Gaun Pesta Warna Merah 2 Lapis Dengan Hiasan Bordir
Gaun pesta panjang warna merah ini adalah pesanan mbak Tata dan mbak Minten. Dua ibu-ibu yang selalu tampak awet muda, cantik dan enerjik. Mbak Tata adalah pelanggan yang tinggal di Purwokerto, sedangkan sang adik, mbak Min tinggal di Sleman dan baru saja selesai study S2 nya di UST. Gaun ini dipesan di Modiste Intan untuk dikenakan saat menghadiri resepsi pernikahan salah satu kerabatnya yang dilangsungkan di gedung Joglo Panembahan, Yogyakarta.


Pilihan bahan velvet warna merah dengan tambahan bordir bunga bunga dibagian depan sampai ke bawah. Dipadukan dengan baju warna hijau botol sebagai baju lapisan dalam, ditambah hiasan bordir bunga berwarna merah keemasan di bagian bawahnya.
Dengan mengenakan kerudung warna hijau...keduanya nampak cantik dan serasi saat dikenakan.

Gaun Pesta Warna Merah 2 Lapis Dengan Hiasan Bordir




Ini adalah pesanan dari seorang pelanggan yang tinggal di Jakarta. Memesan 4 lukisan wajah pirografi dengan pewarnaan, rencananya untuk hadiah teman-teman kuliah yang telah lulus pendidikannya. Media kayu talenan dari jenis pohon cemara (agak bergetah ketika dilukis). Pewarnaan menggunakan pensil warna. Lho koq pakai pensil warna??. Dari pengalaman yang saya dapat, jika menggunakan pewarna akrilik, sangat susah membakarnya dengan soldir panas, ketika hendak menutup garis-garis sketsanya. Jika memakai pensil warna (merek tertentu lho ya) hasilnya lebih natural dan maksimal, masih bisa digores dengan ujung solder panas. Sehingga layak disebut lukisan pirografi 😁.

Lukisan wajah pirografi berwarna dengan tulisan ucapan
Lukisan wajah pirografi berwarna diatas kayu talenan.
Lukisan wajah siap diberi tulisan ucapan.




Ingin memberikan hadiah spesial buat temen spesial juga?Atau mau bikin untuk diri sendiri? Hubungi saja admin blog ini di nomor kontak👉 0822 42814035.

Berkunjung Ke Taman Sari
Taman Sari adalah situs tempat pemandian para raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang sekarang dijadikan tempat wisata kota Jogjakarta. Di dalam taman sari terdiri dari empat bagian yaitu:

1.Segaran (laut buatan)
Berupa kolam besar yang difungsikan sebagai tempat bersampan Sultan dan keluarga kerajaan. Tetapi sekarang danau buatan tersebut tidak lagi menjadi danau buatan, melainkan telah menjadi pemukiman yang dikenal dengan kampung Taman.

2.Bagian kedua adalah Gedhong Gapura Hageng
Gedhong gapura Hageng adalah pintu gerbang utama taman raja-raja pada zamannya. Gerbang ini terletak di bagian paling barat dari Taman sari, yang didalamnya terdapat:

-Umbul Pasiraman
Umbul prasiraman adalah kolam untuk pemandian sultan,permaisuri,para istri,dan juga para putri raja.

-Gedhong Sekawan
Gedhong sekawan adalah tempat yang digunakan untuk tempat istirahat sultan dan keluarganya.

-Gedhong Gapuro Panggung
Bangunan ini memiliki empat buah jenjang,dua sisi barat dan dua lagi di sisi timur,Gedhong Gapuro Panggung ini melambangkan tahun dibangunnya Taman Sari yaitu 1684 Tahun Jawa atau 1758Masehi.

-Gedhong Temanten
Bangunan ini dulu digunakan untuk tempat penjaga keamanan bertugas dan tempat istirahat.

3.Bagian ke tiga adalah Pasarean nDalem Ledok Sari.
Didalam bangunannya terdapat tempat meditasi Sultan.

4.Bagian keempat
Bagian yang terahir ini merupakan bagian Taman Sari yang tidak tersisa lagi, kecuali bekas jembatan gantung. Bagian ini terdiri dari sebuah danau buatan beserta bangunan di tengahnya, taman di sekitar danau buatan, kanal besar yang menghubungkan danau buatan ini dengan danau buatan di bagian pertama, serta sebuah kebun. Danau buatan terletak di sebelah tenggara kompleks Magangan sampai timur laut Siti Hinggil Kidul. Di tengahnya terdapat pulau buatan yang disebut "Pulo Kinupeng". Di atas pulau tersebut berdiri sebuah bangunan lagi yang disebut dengan "Gedhong Gading".

Tiket Masuk Taman Sari
Tiket masuk Taman Sari ini terbilang murah yaitu Rp.5.000.- dan dikenai tambahan sebesar Rp.3.000.- untuk izin foto. Dengan tarif tersebut, berbagai pengetahuan sejarah Taman Sari bisa kita dapatkan.


Gaun Prewedding buatan Modiste Intan
Gaun biru toska berbahan crepe mix dengan kain brokat, berhiaskan manik-manik dan payet di bagian leher dan tangan serta taburan  mutiara di kain menjuntai sampai ke bawah. Pemilihan bahan yang halus  dan jatuh dengan brokat yang sedikit ada gliternya sangat cocok dijadikan gaun panjang seperti permintaan mbak Tanti, mahasiswa Pascasarjana UII yang telah menyelesaiakn study-nya  dan akan melangsungkan pernikahan di bulan januari nanti. 

Gaun ini dipakai saat sesi pemotretan prewedding... didukung dengan postur tubuh yang tinggi semampai,  terliat anggun saat di kenakan. Meskipun potongan dan model gaun ini termasuk simple, tetapi finishing pemasangan asesoris dijahit tangan yang membutuhkan waktu sedikit lebih lama.

Pirografi Menjadi Hadiah Unik untuk Tetangga yang Pindah Rumah

Hari Minggu kemarin ibu-ibu anggota PKK RT46  Muja-Muju, Jogja bermaksud mengunjungi tetangga yang barusan memutuskan pindah rumah dari lingkungan kami di Jogja kota ke daerah kabupaten Bantul. Tepatnya di dusun Ngireng ireng, desa Panggungharjo, kecamatan Sewon, tak jauh dari Kampus ISI (Institut Seni Indonesia). Bapak dan Ibu Wisnu Pamungkas (demikian nama tetangga tersebut) memutuskan pindah di daerah yang relatif lebih tenang setelah tahun ini mereka memasuki masa pensiun sebagai ASN. Sementara anak-anaknya juga telah berkerja dan berkeluarga serta tinggal di kota lain.

Awalnya Ibu RT 46 Muja-Muju (Ibu Dora Lesmana) bingung mau bawa bingkisan apa. Sebagian ada yang usul kasih cindera mata kain batik, tapi usulan ini ditolak karena Pak Wisnu adalah pegawai Balai Batik Yogyakarta yang tentu sudah terbiasa dengan batik. Ada yang usul bawa roti untuk oleh-oleh, yang lain menolak karena kalau bentuk makanan akan cepat habis dan kurang berkesan.

Setelah berembug, akhirnya ibu-ibu memutuskan memesan lukisan wajah pirografi di tempat saya, dengan permintaan harga yang 'spesial gotong royong' dan waktu kurang dari satu minggu. Karena bahan-bahan juga ada yang ready stock, saya pun menyanggupinya.
Masalah baru timbul ketika proses pengerjaan dimulai. Dua buah foto yang dikirim Bu RT ke WA istri saya, membuat saya kaget waktu melihatnya. Dan selama proses menggambar, saya lebih banyak melamun. Saya hampir tidak percaya dengan wajah yang saya gambar dihadapan saya.
Saya bertemu Pak Wisnu pertama kali di sebuah arisan RT (khusus bapak-bapak), ketika saya masih pengantin baru dan masih tinggal di tempat mertua. Pak Wisnu adalah sosok yang sangat baik, muda, gagah dan ganteng. Kehidupan keluarganya juga harmonis.

Ketika melihat foto yang disodorkan istri di hape-nya, saya baru tersadar....sudah 18 tahun saya tidak bertemu tetangga mertua saya itu. Delapan belas tahun!!. Bayangan saya baru 'seminggu' lalu kami bertemu. Selama proses melukis, mata saya melihat sosok lelaki yang sudah hampir memutih semua rambutnya, sedang menggendong cucu. Tapi dalam pikiran saya yang muncul adalah Pak Wisnu yang dulu masih muda dengan rambut hitamnya yang lebat dan wajahnya yang segar, sebagaimana saya lihat pertama kali, delapan belas tahun lalu. Wajahnya selalu tersenyum sumringah!


Berkali-kali saya berhenti melukis dan berusaha rileks. Sebab antara foto yang saya lihat sekarang dan sosok yang muncul di pikiran saya saling bertentangan. Di otak masih ada bayangan Pak Wisnu 18 tahun lalu, tapi di depan mata saya harus menyimak sosok Pak Wisnu yang sekarang. Seperti sedang mengalami lompatan waktu yang sangat mengganggu konsentrasi saya dalam menyelesaikan lukis.
Alhamdulillah...akhirnya selesai juga lukisannya dan kata ibu-ibu yang berkunjung ke rumah baru keluarga Pak Wisnu, mereka senang dengan gift lukisan wajah pirografi buatan saya. Dan langsung di pajang di ruang tamu rumah barunya. Tentu saja rombongan ibu-ibu tersebut tidak hanya membawa lukisan pirografi, tapi juga membawa bingkisan-bingkisan lain untuk oleh-oleh.

Hidup di masa sekarang terkadang membuat kita lupa kalau waktu bergitu cepat berjalan. Kejadian demi kejadian cepat sekali berlalu sehingga membuat kita kadang terkaget-kaget sendiri dan merasa telah mengalami lompatan waktu. Padahal waktu berjalan dengan ritme yang ajeg. Kita saja yang sering terlena.
Pirografi Menjadi Hadiah Unik untuk Tetangga yang Pindah Rumah

Pirografi Menjadi Hadiah Unik untuk Tetangga yang Pindah Rumah
Diberdayakan oleh Blogger.